Aturan-Aturan Puasa Syawal


0
puasa syawal
puasa syawal

 

puasa syawal, kita paham ada keistimewaan yang agung yakni memperoleh pahala puasa setahun penuh. akan tetapi bagaimanakah aturan aturan melaksanakan puasa syawal?

Keistimewaan Puasa Syawal
Kita paham bersama-sama kalau puasa syawal itul memiliki keistimewaan, buat yang berpuasa ramadhan dengan sempurna kemudian menambahkan puasa 6 hari di bulan syawal, sehingga dia bakal memperoleh pahala puasa setahun penuh. begitu juga arahan rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“barangsiapa yang berpuasa ramadhan setelah itu berpuasa enam hari di bulan syawal, sehingga ia berpuasa serupa setahun penuh. ” (HR. Mukmin no. 1164 ).

Itulah dalil dari jumhur ataupun kebanyakan ulama yag membuktikan sunnahnya puasa syawal. yang beranggapan puasa itu sunnah ialah madzhab abu hanifah, syafi’i serta imam ahmad. mengenai imam malik memakruhkannya. akan tetapi begitu juga kata imam nawawi rahimahullah, “pendapat dalam madzhab syafi’i yang menyunnahkan puasa syawal didukung dengan dalil tegas ini. bila sudah benar adanya dukungan dalil dari hadits, sehingga ajaran itu tidaklah dibiarkan cuma karna lisan beberapa individu. terlebih anutan rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah dibiarkan dan jika kebanyakan ataupun semua orang menyelisihinya. sebaliknya ulama yang cemas bila puasa syawal hingga diduga wajib, sehingga itu anggapan yang serupa aja dapat membatalkan anjuran puasa ‘arafah, puasa ‘asyura’ serta puasa sunnah lainnya. ” (syarh shahih mukmin, 8: 51)

Serupa Berpuasa Setahun Penuh
kok puasa syawal dapat dinilai berpuasa setahun? ayo kita amati pada hadits tsauban selanjutnya ini,

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »

dari tsauban, tanda abdi rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berfirman, “barangsiapa berpuasa enam hari di bulan syawal sehabis idul fithri, sehingga dia sudah melengkapi puasa setahun penuh. karna siapa aja yang melaksanakan kebaikan, sehingga bakal dibalas sepuluh kebaikan andaikan. ” (hr. ibnu majah no. 1715. al hafizh abu thohir menerangkan kalau hadits ini shahih ).

disebutkan kalau tiap kebaikan bakal dibalas minimum dengan sepuluh kebaikan yang andaikan. ini membuktikan kalau puasa ramadhan sebulan penuh bakal dibalas dengan 10 bulan kebaikan puasa. sebaliknya puasa enam hari di bulan syawal bakal dibalas minimum dengan 60 hari (2 bulan) kebaikan puasa. bila dijumlah, seorang serupa aja melakukan puasa 10 bulan + 2 bulan serupa dengan 12 bulan. itulah kenapa individu yang melaksanakan puasa syawal dapat memperoleh ganjaran puasa setahun penuh.

 

Aturan-Aturan Puasa Syawal

1- puasa sunnah syawal dijalani selama enam hari

begitu juga disebutkan dalam hadits kalau puasa syawal itu dijalani selama enam hari. lafazh hadits di berdasarkan ialah: “barangsiapa yang berpuasa ramadhan setelah itu berpuasa enam hari di bulan syawal, sehingga ia berpuasa serupa setahun penuh. ” (hr. mukmin no. 1164 ).
dari hadits itu, syaikh muhammad bin sholih al ‘utsaimin berkata, “yang disunnahkan ialah berpuasa enam hari di bulan syawal. ” (syarhul mumti’, 6: 464 ).

2- lebih penting dilaksanakan satu hari sehabis idul fithri, akan tetapi enggak kenapa bila diakhirkan andaikan lagi di bulan syawal.

syaikh muhammad bin sholih al ‘utsaimin rahimahullah berkata, “para fuqoha berkata kalau yang lebih penting, enam hari di berdasarkan dijalani sehabis idul fithri (1 syawal) dengan cara langsung. ini membuktikan bergegas dalam melaksanakan kebaikan. ” (syarhul mumti’, 6: 465 ).

3- lebih penting dijalani dengan cara berturutan akan tetapi tak mengapa bila dijalani tidak berturutan.

syaikh ibnu ‘utsaimin pula berkata, “lebih penting puasa syawal dijalani dengan cara berturutan karna itulah yang biasanya lebih gampang. itu juga ciri berlombaan dalam perkara yang diperintahkan. ” (idem)

4- usahakan untuk melunasi qodho’ puasa terlebih dulu biar memperoleh ganjaran puasa syawal yakni puasa setahun penuh.

ibnu rajab al hambali rahimahullah berkata, “siapa yang ada kewajiban qodho’ puasa ramadhan, harusnya dia mengawali puasa qodho’nya di bulan syawal. hal itu lebih akan membuat kewajiban seseorang mukmin jadi gugur. terlebih puasa qodho’ itu lebih penting dari puasa enam hari syawal. ” (lathoiful ma’arif, hal. 391 ).

begitu juga dia menerangkan, “siapa yang mengawali qodho’ puasa ramadhan terlebih dulu dari puasa syawal, kemudian dia menginginkan puasa enam hari di bulan syawal sehabis qodho’nya sempurna, sehingga itu lebih bagus. inilah yang dimaksud dalam hadits yakni buat yang melaksanakan ibadah puasa ramadhan kemudian mengikuti puasa enam hari di bulan syawal. akan tetapi pahala puasa syawal itu tidak dapat digapai bila melunasi qodho’ puasanya di bulan syawal. karna puasa enam hari di bulan syawal tetap mesti dijalani sehabis qodho’ itu dijalani. ” (lathoiful ma’arif, hal. 392 ).

5- bisa melaksanakan puasa syawal pada hari jum’at serta hari sabtu.

imam nawawi rahimahullah menerangkan, “ulama syafi’iyah beranggapan kalau dimakruhkan berpuasa pada hari jum’at dengan cara bersendirian. akan tetapi bila diikuti puasa sebelum ataupun sesudahnya ataupun berbarengan dengan rutinitas puasa serupa berpuasa nadzar karna sehat dari sakit serta berbarengan dengan hari jum’at, sehingga tidaklah makruh. ” (al majmu’ syarh al muhaddzab, 6: 309 ).

hal ini membuktikan lagi bolehnya berpuasa syawal pada hari jum’at karna berbarengan dengan rutinitas.

mengenai berpuasa syawal pada hari sabtu pula lagi dibolehkan begitu juga puasa lainnya yang ada penyebab lagi dibolehkan dijalani pada hari sabtu, semisal bila melaksanakan puasa arafah pada hari sabtu. terdapat fatwa dari delegasi fatwa negara saudi arabia berikut ini.

Pertanyaan:

mayoritas individu di negeri kami berbeda ajaran atas puasa di hari arafah yang jatuh pada hari sabtu untuk tahun ini. di antara kami terdapat yang beranggapan kalau ini ialah hari arafah serta kami berpuasa karna berjumpa hari arafah tidak karna hari sabtu yang ada larangan berpuasa kala itu. terdapat juga beberapa kami yang enggan berpuasa kala itu karna hari sabtu ialah hari yang haram untuk diagungkan untuk menyelisihi suku ibrani. saya seorang diri tidak berpuasa kala itu karna pilihanku seorang diri. saya juga tidak memahami adat syar’i hal hari itu. saya juga belum mendapatkan adat yang nyata hal hal ini. harap uraiannya.

Jawab:

bisa berpuasa arafah pada hari sabtu ataupun hari lainnya, meskipun tidak terdapat puasa pada hari sebelum ataupun sesudahnya, karna tidak terdapat kelainan dengan hari-hari lainnya. alasannya karna puasa arafah ialah puasa yang berdiri seorang diri. sebaliknya hadits yang cegah puasa pada hari sabtu ialah hadits yang lemah karna mudhtorib serta menyelisihi hadits yang lebih shahih. (fatwa no. 11747. ditandatangani sama syaikh ‘abdul ‘aziz bin baz, syaikh ‘abdurrozaq ‘afifi serta syaikh ‘abdullah bin ghudayan ).

hendaknya Allah memudahkan kita untuk melaksanakan puasa syawal ini sehabis sebelumnya berusaha melunasi puasa qodho’ ramadhan. cuma Allah yang memberi hidayah untuk lalu bersedekah sholih.

disusun di pagi hari penuh berkah, 2 syawal 1434 h @ pesantren darush sholihin, warak, girisekar, panggang, gunungkidul, d. i. yogyakarta

penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

artikel muslim.or.id


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Masyallah
1
Masyallah
Astaghfirullah
1
Astaghfirullah
Subhanallah
0
Subhanallah
Innalillahi
0
Innalillahi
Syukran
0
Syukran

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF